Senin, 17 Oktober 2011

Gadis Terjenius Indonesia


Gadis Terjenius Indonesia
 
Maria Audrey Lukito, lahir tanggal 1 Mei 1988 di Surabaya. Sejak kecil ia tumbuh seperti anak ‘normal’ lainnya. Bagi pasangan Budi Loekito dan Natalie Angela Oenarto orang tua Audrey, karunia terbesar yang dipunyai adalah memiliki anak jenius dan berbakat seperti Audrey. Sejak kecil, putri tunggal ini sudah menunjukkan bakat-bakat yang luar biasa. Di umur 16 bulan, Audrey sudah mampu mengenal abjad dengan baik, dan bisa memainkan nada-nada pada tuts kotak pensil. Dan pada usia 2 tahun sudah lancar membaca.

Bakat Audrey awalnya dianggap sebagai hal yang biasa oleh kedua orang tuanya. Budi dan Natalie mulai sadar saat mereka berada di Vietnam sekitar tahun 1993, saat itu Audrey berumur 3 tahun. Disana, mereka tinggal di sebuah perkampungan. Seperti layaknya anak-anak, Audrey bermain dengan anak-anak lain. Disinilah uniknya. Walaupun Audrey hanya bisa berbahasa Indonesia saat itu, namun dia bisa memimpin anak-anak Vietnam yang sebenarnya tidak bisa bahasa Indonesia. Dan pada umur yang sama, Audrey sudah mempertanyakan tentang eksistensi Tuhan.

Setelah menyaksikan sekolah dasar selama 5 tahun (dimana sebenarnya Audrey direkomendasikan guru-gurunya untuk loncat kelas), Audrey sempat meraih penghargaan dari MURI karena menjadi anak Indonesia termuda yang lulus TOEFL dengan skor 575, yaitu saat usianya 10 tahun. Saat ini TOEFLnya sudah mencapai 670. tidak hanya bahasa Inggris, di usianya yang masih belia itu, Audrey mampu menguasai bahasa Prancis dan Rusia. Bahasa Prancis dikuasai dalam waktu 3 bulan. Sedangkan bahasa Rusia dikuasai hanya dalam tempo 2 bulan. Pada usia 11 tahun, Audrey mendapat julukan Dictionary Girl dari koran Indonesian Daily News karena mampu menghafal kamus bahasa Inggris sebanyak ± 650 halaman. Selanjutnya, berturut-turut Audrey mamapu menyelesaikan pendidikan SMP dan SMA nya hanya dalam waktu setahun.

Atas anjuran berbagai ahli, Audrey akhirnya diterbangkan ke Amerika untuk melanjutkan pendidikan S1-nya dalam usia 13 tahun. Audrey yang juga pantas menjadi bintang film mandarin ini, resmi menjadi mahasiswa fisika the college of William and Mary saat ia masih berumur 13 tahun. Dia menjadi mahasiswa Indonesia termuda di kampus itu. Hanya dalam waktu 3 tahun, Audrey berhasil lulus dengan semua nilai A, kecuali satu mata kuliah, yang mendapat nilai A minus. Ketika kuliah, Audrey tercatat mampu mengambil kredit terbanyak dibanding mahasiswa lainnya, yakni 36,5 sks dalam satu semester dan berhasil meraih GPA tertinggi setiap tahunnya.

Selain prestasi akademik, audrey juga melesat dengan berbagai prestasi ‘non-akademik’, seperti sastra, musik, olahraga. Karena prestasinya yang mengagumkan, Audrey didaulat menjadi anggota Phi Beta Kappa, Honor societyGlobal Young Leader Conference di Washington DC. tertua di Amerika Serikat. Prestasi Audrey terdengar hingga ke gedung kongres Senat Amerika Serikat dan ia pun di undang untuk berpidato .

Selain prestasi-prestasi akademik dikampusnya William and Mary, ketika di Amerika, Audrey tercatat sebagai peserta termuda dari Indonesia, yaitu usia 14 tahun, yang mengikuti Summer Courses bahasa Rusia, dan berhasil memperoleh nilai tertinggi. Hanya dalam waktu dua bulan, Audrey mampu menguasai bahasa Rusia, dari standar masa kuliah yang biasanya empat semester masa kuliah. Selain bahasa Rusia, Audrey juga berhasil menguasai bahasa Prancis dalam waktu 3 bulan, selain juga menguasai bahasa Inggris, Mandarin, dan Ibrani. Pada umur 16 tahun, Audrey menjadi sarjana Indonesia termuda lulusan tahun 2005 dari The College of William and Mary, Williamburg, Virginia, Amerika Serikat dengan major fisika dan ia lulus dengan predikat Summa Cum Laude dengan nilai rata-rata GPA 3,95. judul tesisnya, “Analysis of neutrinos emitted by radioactivity in the earth’s core”. Saat ini ia berobsesi untuk mendapatkan gelar MBA dan M.Div sebelum usianya 22 tahun. Lagi-lagi MURI pun tertarik memberikan rekor pada Maria Audry L sebagai sarjana Fisika (S1) termuda yaitu 16 tahun dengan predikat summa cum laude dari The College of William And Marry.

Tidak hanya rentetan prestasi akademik yang ditorehkan audrey. Banyak prestasi non akademik yang juga tidak luput menjadi incaran prestasi Audrey, termasuk didalamnya bidang seni dan kreativitas. Mungkin selama ini kita mengira, anak-anak yang memiliki tingkat intelegensi tinggi, biasanya tidak memiliki kepekaan dalam seni dan kreatifitas, atau olahraga. Hanya salah satu di antara otak kiri atau otak kanannya yang menonjol. Tertapi ternyata, Audrey memiliki kelebihan yang menonjol pada dua sisi otaknya. Sejak SD, audrey sudah punya banyak prestasi. Di rumahnya di Surabaya, Audrey menempatkan semua piala dan penghargaan seni lukis, piano, balet, dan berkudanya di sebuah lemari khusus. Di dinding rumahnya, terpajang lukisan tokoh dan ilmuwan Barat, yang dillukisnya sendiri, terinspirasi dari buku-buku biografi tokoh-tokoh dunia yang dilahapnya sejak kecil. Selain itu, Audrey juga menekuni olahraga ice skating, menembak, dan tekhnik menyanyi opera. Memang ia memiliki lebih banyak peluang jika memilih tinggal di luar negeri, namun Audrey ternyata menyimpan mimpi tersendiri untuk mempersembahkan segala kemampuannya untuk negerinya sendiri, Indonesia.

Sarjana fisika alumnus The College of William and Marry, Virginia, USA dengan GPA 3,95 dan juga anggota Phi Beta Kappa, telah mempersiapkan diri untuk studi S-2. sambil mempersiapkan diri, remaja jenius plus multitalenta yang juga gemar berbisnis, bermain piano, melukis, memasak, dan olaharaga ini bekerja di sebuah bank swasta dan tinggal di surabaya.

Prestasi yang telah diraih

Prestasi Audrey yang dicatat MURI:

1. Anak Indonesia pertama yang diundang untuk hadir di Global Young Leader Conference di Washington DC dan Newyork.

2. mahasiswi termuda (14 tahun) dari Indonesia dengan kredit terbanyak 36,5 kredit dalam satu semester termasuk summer course dengan GPA tertinggi 3,975 di Mary Baldwin college USA.

3. Peserta termuda dari Indonesia (14 tahun) yang mendapatkan penghargaan (honors) untuk spring semester 2002 di Baldwin College USA

4. Anak usia termuda dari Indonesia yang menguasai tiga bahasa asing (TOEFL : 670), Perancis (lulus DELF A3) dan Rusia ( university of Virginia)

5. Peserta termuda Indonesia dengan nilai tertinggi (670) untuk ujian TOEFL

6. Peserta termuda (14 tahun) dari Indonesia yang mengikuti summer course bahasa Rusia di University of Virginia, USA dengan nilai tinggi A.

7. Mahasiswa termuda (13 tahun) dari Indonesia yang ikut berpartisipasi berkunjung ke senat di Ricmont (ibukota Virginia) dalam memperoleh biaya pendidikan dari pemerintah.

8. Mahasiswi termuda dari Indonesia (13 tahun) yang masuk perguruan tinggi di Amerika (Mary Baldwin College).

9. Peserta termuda dari Indonesia (13 tahun) yang mengikuti test SAT II dengan subjek terbanyak 5 pelajaran (writing: 640, matematik : 680, French: 730, world history : 530 dan physic: 690)

Malas Belajar

Mengatasi Anak Malas Belajar

Anak Malas belajar sudah menjadi salah satu keluhan umum para orang tua. Kasus yang biasa terjadi adalah anak lebih suka bermain dari pada belajar. Anak usia sekolah tentunya perlu untuk belajar, antara lain berupa  mengulang kembali pelajaran yang sudah diberikan di sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah (pr)  ataupun mempelajari hal-hal lain di luar pelajaran sekolah.

Malas

malas dijabarkan sebagai tidak mau berbuat sesuatu, segan, tak suka, tak bernafsu. Malas belajar berarti tidak mau, enggan, tak suka, tak bernafsu untuk belajar (Muhammad Ali, Kamus Bahasa Indonesia)

Jika
anak-anak tidak suka belajar dan lebih suka bermain, itu berarti belajar dianggap sebagai kegiatan yang tidak menarik buat mereka, dan mungkin tanpa mereka sadari juga dianggap sebagai kegiatan yang tidak ada gunanya/untungnya karena bagi ana-anak tidak secara langsung dapat menikmati hasil belajar. Berbeda dengan kegiatan bermain, jelas-jelas kegiatan bermain menarik buat anak-anak, dan keuntungannya dapat mereka rasakan secara langsung (perasaan senang yang dialami ketika bermain adalah suatu keuntungan).

Sebab

1. Faktor intinsik (dalam diri anak sendiri)
a.    Kurangnya waktu yang tersedia untuk bermain
b. Kelelahan dalam beraktivitas (misal terlalu banyak bermain/membantu orang tua)
c. Sedang sakit
d. Sedang sedih (bertengkar dengan teman sekolah, kehilangan barang kesayangan dll)
e. IQ/EQ anak

2. Faktor ekstrinsik
a. Sikap orang tua yang tidak memperhatikan anak dalam belajar atau sebaliknya (terlalu berlebihan  memperhatikan)
Banyak orangtua yang menuntut anak belajar hanya demi angka (nilai) dan bukan atas dasar kesadaran dan tanggung jawab anak selaku pelajar. Memaksakan anak untuk les ini itu. dsb.

b. s
edang punya masalah di rumah (misalnya suasana di rumah sedang "kacau" karena ada adik baru).

c. Bermasalah di sekolah (tidak suka/phobia sekolah, sehingga apapun yang berhubungan dengan sekolah jadi enggan untuk dikerjakan).
Termasuk dalam hal ini adalah guru dan teman sekolah.

d. Tidak mempunyai sarana yang menunjang blajar (misal
tidak tersedianya ruang belajar khusus, meja belajar, buku penunjang , dan penerangan yang bagus.alat tulis, buku dll)

e. suasana rumah
misalnya rumah penuh dengan kegaduhan, keadaan rumah yang berantakan ataupun kondisi udara yang pengap. Selain itu tersedianya fasilitas permainan yang berlebihan di rumah juga dapat mengganggu minat belajar anak. Mulai dari radio tape yang menggunakan kaset, CD, VCD, atau komputer yang diprogram untuk sebuah permainan (games), seperti Game Boy, Game Watch maupun Play Stations.

Mengatasi Malas Belajar Anak

 Mencari sebab musababnya anak menjadi malas adalah langkah pertama. Saran berikutnya antara lain sbb:

1. Menanamkan pengertian yang benar tentang seluk beluk belajar pada anak sejak dini.
Terangkan dengan bahasa yang dimengerti anak. menumbuhkan inisiatif belajar mandiri pada anak, menanamkan kesadaran serta tanggung jawab selaku pelajar pada anak merupakan hal lain yang bermanfaat jangka panjang.

2. Berikan contoh "belajar" pada anak.
Anak cenderung meniru perilaku orangtua. Ketika menyuruh dan mengawasi anak belajar, orangtua juga perlu untuk terlihat belajar (misalnya membaca buku-buku).  Sesekali ayah-ibu perlu berdiskusi satu sama lain, mengenai topik-topik serius (suasana seperti anak sedang kerja kelompok dan diskusi dengan teman-teman, jadi anak melihat kalau orangtuanya juga belajar).

2. Berikan insentif jika anak belajar
. Insentif yang dapat diberikan ke anak tidak selalu harus berupa materi, tapi bisa juga berupa penghargaan dan perhatian. Pujilah anak saat ia mau belajar tanpa mesti disuruh

3. Sering mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang diajarkan di sekolah pada anak (bukan dalam keadaan mengetes anak, tapi misalnya sembari mengisi tts atau ikut menjawab kuis ). Jika anak bisa menjawab, puji dia dengan menyebut kepintarannya sebagai hasil belajar. Kalau anak tidak bisa, tunjukkan rasa kecewa dan mengatakan "Yah Ade nggak bisa jawab, nggak bisa bantu Mama deh. Ade, di buku pelajarannya ada nggak sih jawabannya? Kita lihat yuk sama-sama". Dengan cara ini, anak sekaligus akan merasa dipercaya dan dihargai oleh orangtua, karena orangtua mau meminta bantuannya.

4. mengajarkan kepada anak pelajaran-pelajaran dengan metode tertentu yang sesuai dengan kemampuan anak.Misalnya active learning atau learning by doing, atau learning through playing, sehingga anak merasakan bahwa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan.

5. Komunikasi
Hendaklah ortu membuka diri , berkomunikasi dengan anaknya guna memperoleh secara langsung informasi yang tepat mengenai dirinya.
Carilah situasi dan kondisi yang tepat untuk dapat berkomunikasi secara terbuka dengannya. Setelah itu ajaklah anak untuk mengungkapkan penyebab ia malas belajar. Pergunakan setiap suasana yang santai seperti saat membantu ibu di dapur, berjalan-jalan atau sambil bermain, tidak harus formal yang membuat anak tidak bisa membuka permasalahan dirinya.

6. Menciptakan disiplin.
jadikan belajar sebagai rutinitas yang pasti.

7. Menegakkan kedisiplinan.
Setelah point 6,
Menegakkan kedisiplinan harus dilakukan bilamana anak mulai meninggalkan rutinitas  yang telah disepakati. Bilamana anak melakukan pelanggaran sedapat mungkin hindari sanksi yang bersifat fisik (menjewer, menyentil, mencubit, atau memukul).  gunakanlah konsekuensi-konsekuensi logis yang dapat diterima oleh akal pikiran anak.

8.  Pilih waktu belajar terbaik
 untuk anak, ketika anak merasa segar. Mungkin sehabis mandi sore. Anak juga bisa diajak bersama-sama menentukan kapan waktu belajarnya.

9.
Kenali pola kemampuan dan perkembangan anak kemudian  susunlah suatu jadwal belajar yang sesuai.
dalam hal ini IQ, EQ, kemampuan konsentrasi ,daya serap dll.

10.
Menciptakan suasana belajar yang baik dan nyaman
Setidaknya orangtua memenuhi kebutuhan sarana belajar, memberikan perhatian dengan cara mengarahkan dan mendampingi anak saat belajar. Sebagai selingan orangtua dapat pula memberikan permainan-permainan yang mendidik agar suasana belajar tidak tegang dan tetap menarik perhatian.

11. Menghibur dan memberikan solusi yang baik dan bijaksana pada anak.
Dalam hal ini jika anak sakit/sedih.

Beberapa hal yang tidak kalah pentingnya dalam menyikapi anak yang sedang dilanda malas belajat adalah

1. Orangtua harus menyadari sisi positif sang anak.
Galilah sisi positif anak agar anak menyadari dirinya sendiri untuk mengatasi masalahnya,.
Pernah nggak sih kamu menghadapi PR yang sangat sulit, tapi akhirnya bisa mengatasinya?
Ajak anak untuk mengingat ingat, dan kemudian bercerita. Begitu anak mengingat momen itu, gali lebih jauh. PR apa itu, apa saja kesulitannya, bagaimana dia mengatasinya, dan seterusnya.
Anak akhirnya tersadar bahwa dia bisa mengatasi kesulitan-kesulitannya itu, karena dia memiliki sisi positif tertentu. Sisi itu bergantung dari sang anak. Bisa saja karena kesabaran, keuletan, usaha dia untuk bertanya kepada teman, dan sebagainya.
Perkuat keyakinan anak, atau sadarkan anak. Misalnya dengan mengatakan: Nah, kamu pernah mengalami hal yang seperti ini, dan berarti kamu bisa mengatasinya
2. Gunakan imajinasi anak
Orangtua membantu anak membayangkan, apa yang dia inginkan untuk masa depannya. Baik dalam waktu panjang atau pendek.
Pancing anak untuk membayangkan sesuatu yang menyenangkan jika dia berhasil mengerjakan PR-nya dengan baik., kira-kira apa ya komentar dari guru? Minta dia menggambarkan imajinasinya dengan jelas, apa jadinya jika PR-nya bagus. Mulai dari bagaimana senyum sang guru, komentarnya, dan sebagainya.
3. Mengarahkan anak untu berteman dan "hidup" dalam lingkungan yang baik dan mendukung.
4. Tidak terfokus bahwa belajar hanya berkutat pada buku non fiksi. Gunakan segala hal yang baik yang mampu membuat anak "belajar"tentang segala sesuatu, termasuk permainannya karena dunia bermain adalah dunia anak-anak Pilih dan arahkan permainannya sehingga anak bisa berkembang.
5. Memberikan bekal nilai-nilai religius pada anak
Inilah faktor yang sangat penting ,disamping doa orang tua akan anak-anaknya. Apalagi di jaman yang berkembang dengan pesatnya. Tak mungkin orang tua memberikan pengawasan secara kasat mata terus menerus.Juga kemajuan teknologi. Satu hal yang menjadi jawabnya adalah: beragama dengan baik dan benar.

Semoga artikel ini dapat membantu orang tua dalam mengatasi anknya yang malas belajar.
Walloohu A`lam

sumber
http://www.e-psikologi.com/anak/060502.htm
http://www.keluargabahagia.com/artikel.php?act=detail&id=13
keajaibankecil.wordpress.com

Minggu, 16 Oktober 2011

Perkalian 6 sampai 10 dengan Jari Tangan


Tips Mudah Menghitung Perkalian 6 sampai 10 dengan Jari Tangan

Share
Tips menghitung dengan jari ini sudah cukup lama dan lazim diketahui. Teknik ini bahkan tidak hanya dikenal di Indonesia saja. Tips ini cukup mudah dipraktekkan dan tentu saja cukup praktis, namun keterbatasannya adalah cara ini hanya dapat dipakai untuk perkalian angka 6 sampai 10. Berikut langkah-langkahnya:
Gunakan jari anda dengan tiap jari mewakili angka tertentu, kelingking [...]
Tips menghitung dengan jari ini sudah cukup lama dan lazim diketahui. Teknik ini bahkan tidak hanya dikenal di Indonesia saja. Tips ini cukup mudah dipraktekkan dan tentu saja cukup praktis, namun keterbatasannya adalah cara ini hanya dapat dipakai untuk perkalian angka 6 sampai 10. Berikut langkah-langkahnya:
tips matematika, menghitung perkalian dengan jari
  1. Gunakan jari anda dengan tiap jari mewakili angka tertentu, kelingking mewakili angka 6, jari manis = 7, jari tengah = 8, telunjuk adalah 9, dan 10 diwakili oleh jempol.
  2. Setiap angka yang akan dikalikan ditandai dengan ditekuk/dilipat. Misalnya 7×8 = maka tekuk 2 jari, kelingking dan jari manis di tangan satu dan 3 jari, kelingking, jari manis dan jari tengah di tangan lain(kiri dan kanan sama).
  3. Jumlahkan jari-jari yang ditekuk tadi( untuk 7×8 maka jumlah jari yang ditekuk adalah 2+3=5 jari. Kalikan angka ini dengan sepuluh (5×10=50)
  4. Kalikan jari yang tidak ditekuk dari kedua tangan (untuk contoh 7×8 diatas adalah: 3×2=6)
  5. Jumlahkan angka yang didapat dari poin (3) dan (4), yaitu 50+6= 56.
  6. Cobalah untuk menghitung angka-angka lain dengan catatan bahwa angka hanya boleh untuk angka 6 sampai 10.
Harap diperhatikan bahwa cara ini dipakai hanya untuk mempermudah perkalian. Siswa harus dibekali pemahaman konsep yang benar dan memadai sebelum diajarkan tips-tips semacam ini.

Trik Matematika


TRIK CEPAT MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA

(Algoritma yang tetap dapat terlupakan)

Baru-baru saja aku menonton tayangan televisi di sebuah stasiun televisi swasta. Tayangan itu cukup menarik karena membahas trik cepat mengerjakan soal-soal ujian matematika tentang materi perbandingan. Namun saat pembahasan dengan trik cepat aku malah tertawa keras. Saking kerasnya membuat salah seorang teman kos ku terkejut dan sehingga dia tertarik ikut menonton. Dan tahukah kamu apa yang terjadi? Dia juga ikut tertawa. Hua...ha...ha...ha.... Mau tau ceritanya?
Begini ceritanya. Pada jaman dahulu kala ........... (alah.....jadi ngawur. Sorry)
Ada soal seperti ini (kira-kira aja ya kata-katanya, lupa. Tapi konsepnya tetap diusahakan sama)


2 orang pekerja mampu menyelesaikan suatu proyek selama 12 hari. Jika pekerjanya ditambah 6 orang, berapa lama proyek itu selesai?
Penyelesaiannya dengan cara biasa seperti ini.
Diketahui :
n1 = 2 orang
t1 = 12 hari
n2 = 2 + 6 = 8 orang
Tanya : n2 (waktu yang diperlukan setelah ditambah pekerjanya)?
Jawab. Karena semakin banyak pekerja maka waktu yang dihabiskan makin sedikit maka hal ini merupakan perbandingan terbalik. (ciri-cirinya perbandingan terbalik adalah jika variabel x semakin naik tetapi variabel y semakin turun).
Kalau begitu maka perkalian pasangan masing-masing komponen akan menghasilkan konstanta yang sama. Artinya:
Jadi, perlu waktu sebanyak 3 hari.
Nah, setelah itu muncul ungkapan:
Bukan SAYA (maaf nama tayangan dirahasiakan) kalau tidak ada trik cepatnya. Begini caranya:
Karena ini perbandingan terbalik, maka
Hebat bukan? Cuma satu baris (dengan bangganya dia tertawa).

Melihat trik cepat ini, kontan saja saya tertawa. Ini kan cara yang sama seperti cara sebelumnya, hanya beberapa langkah dihilangkan. Coba perhatikan langkah kedua pada cara sebelumnya. Kalau 8 kita pindahkan pakai kali silang*, maka 8 kan berada di bawah. Jadinya sama dengan cara di atas. Cara pertama terlihat panjang karena urutan pekerjaan diperlihatkan. Kemudian teknik pindah silang baru dijalankan pada langkah ke empat.
Hua...ha...ha.... lucu kan (mudah-mudahan anda juga merasa lucu).
Kalau anda merasa lucu, maka seharusnya anda tertawa juga pada hampir semua trik cepat yang ada sekarang ini. Hampir semuanya memiliki karakteristik seperti di atas. Trik cepat biasanya merupakan cara yang panjang tetapi beberapa baris dihilangkan. Lalu cara cepat itu ditulis dengan rumus tersendiri yang sepertinya terpisah dari rumus sebenarnya (coba aja kita mau tekun, maka kita dapat menemukan semua cara atau trik cepat melalui penurunan rumus sebenarnya).
Terlepas dari itu semua, jika kita perhatikan dengan seksama baik menggunakan rumus sebenarnya maupun trik cepat, maka keduanya merupakan suatu algoritma. Dikatakan algoritma karena adanya urutan langkah-langkah tertentu dalam mengerjakan. Nah, kalau lupa pada langkahnya, matilah kita. Pasti kita tidak mampu mengerjakannya. Apalagi untuk trik cepat karena lain soal lain pula trik cepatnya. Artinya, jauh lebih banyak menghapal trik cepat dibandingkan hanya menghapal rumusnya. Sekali lagi, kalau lupa cara cepatnya atau karakteristik soalnya, Matilah kita. (weleh...weleh.... matinya dua kali. Mungkin karena ini ya plesetan kata matematika adalah mati-matian)
Kalau seandainya pembelajaran matematika tidak menitikberatkan pada rumus dan urutan-urutan langkah penggunaan melainkan pada berpikir dan bernalar kreatif siswa, maka hal ini tidak perlu terjadi. Siswa tidak perlu banyak menghapal karena mampu berpikir dan bernalar sendiri untuk menyelesaikan soal. Artinya siswa dibebaskan untuk menentukan penyelesaian berdasarkan pemikiran dan penalarannya sendiri. Coba perhatikan contoh soal di atas, kita akan menyelesaikannya dengan logika.
”Kalau 2 orang selesainya 12 hari, maka kalau pekerja menjadi 4 orang selesainya menjadi 6 hari. Ya kan.... nah kalau 4 orang selesainya 6 hari maka tentunya kalau pekerjanya menjadi 8 orang, berarti selesainya menjadi 3 hari”. Selesai bukan. Pakai nalar aja bisa kok.
Coba juga persoalan berikut.

Andi memandang dari jendela sebuah taman dekat rumahnya. Dia melihat bahwa masing-masing orang di taman membawa seekor kucing piaraannya. Setelah itu dia menghitung banyaknya semua kaki di taman itu dan ternyata ada 54 buah. Berapa banyaknya kucing peliharaan yang ada di taman?

Hayo, bagaimana mengerjakannya. Pasti di antara anda sudah keluar tuh lambang-lambang x dan y. Ya kan? Lalu karena manusia punya dua kaki dan kucing punya empat kaki pasti ada yang memikirkan 2x + 4y = 54. benar kan? Nah, sekarang bagaimana persamaan lainnya????.............
Kalau anda memikirkan cara di atas, maka kalau boleh saya katakan di kepala anda sudah tertanam algoritma yang kuat. Jika anda menemukan persamaan satunya maka anda dapat menyelesaikannya dengan teknik substitusi atau teknik lainnya. Tapi kalau tidak, apa yang terjadi?
Sebenarnya kalau kita mau berpikir dan bernalar kreatif, maka kita dapat menggunakan logika saja. Misalnya seperti ini......
Manusia punya 2 kaki
Seekor kucing punya 4 kaki
Satu pasang (manusia dan kucing peliharaan) totalnya 6 kaki. Karena terdapat 54 kaki berarti ada 9 pasang.
Jadi ada 9 ekor kucing peliharaan.
Selesai. tanpa ada rumus-rumus yang bikin ribet.
Jika kita mau menggunakan logika yang diwujudkandalam berpikir dan bernalar maka hampir semua permasalahan dapat kita selesaikan. Terutama permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Bukan kah untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi kita menyelesaikannya dengan logika dan berpikir, bukannya dengan rumus-rumus yang njelimet?
Bebaskan para siswa berpikir dan bernalar. Biarkan kedua komponen itu berkembang dengan baik dalam diri siswa. Karena keduanya diperlukan oleh siswa untuk menghadapi kehidupan.
*) teknik perhitungan memindahkan bilangan dalam perhitungan baik dari ruas kiri ke kanan atau sebaliknya adalah teknik yang tidak sesuai konsep matematika. Seperti perkalian silang sehingga bagi jadi kali. Atau pada penjumlahan, seperti yang tadinya positif jadi negatif.

Sabtu, 15 Oktober 2011

9 Trik Hitung Matematika

Belajar Matematika sangat mengasyikkan jika kita tahu cara penyelesaiannya. Persoalan matematika biasanya dikerjakan dengan cara-cara yang pasti/baku, atau dengan trik-trik yang dapat mempermudah perhitungan pada umumnya. Bila Anda ingin makin mahir dalam bidang Matematika, hendaknya sering melatih diri dengan menyelesaikan persoalan Matematika sebanyak mungkin.

Di bawah ini ada 9 (sembilan) tips dan trik penyelesaian soal Matematika dengan cepat, antara lain :

1. Pengkuadratan Angka Berakhiran Lima
langkah-langkahnya :
a) Kalikan angka sebelum angka lima dengan angka urutan selanjutnya.
b) Tuliskan angka 25 di belakang angka hasil dari a)
contoh :
i. 652 = ?
a) 6 x 7 = 42
b) hasil : 4225
ii. 1052 = ?
a) 10 x 11 = 110
b) hasil : 11025

2. Pengkuadratan Dua Angka Bilangan yang dimulai dengan Lima
langkah-langkahnya :
a) Tambahkan bilangan 25 dengan bilangan satuannya.
b) Kuadratkan bilangan satuannya.
(khusus untuk angka satuan 1, 2, dan 3, hasil kuadratnya dituliskan 01, 04, dan
09)
c) Hasil akhir adalah gabungan a) dan b)
contoh :
i. 512 = ?
a) 25 + 1 = 26
b) 12 = 01
c) hasil : 2601
ii. 592 = ?
a) 25 + 9 = 34
b) 92 = 81
c) hasil : 3481

3. Pengkuadratan Dua Angka Bilangan yang diakhiri angka Satu
langkah-langkahnya :
a) Kuadratkan angka bulatnya.
b) Jumlahkan angka tersebut dengan angka bulatnya.
c) Hasil akhirnya adalah jumlah dari a) dan b)
contoh :
i. 612 = ?
a) 602 = 3600
b) 61 + 60 = 121
c) hasil : 3600 + 121 =3721
ii. 212 = ?
a) 202 = 400
b) 21 + 20 = 41
c) hasil : 400 + 41 = 441

4. Perkalian Satu Angka dengan 11 (11; 110; 1,1 dan seterusnya
langkah-langkahnya :
a) Tuliskan angkanya.
b) Sisipkan angka dari jumlah dua angka tersebut. Hati-hati bila hasil penjumlahannya lebih dari 9, angka puluhannya dijumlahkan dengan angka pertama.
contoh :
i. 24 x 11 = ?
a) 2 ? 4
b) 2 + 4 = 6 -->> Hasilnya : 264
ii. 67 x 11 = ?
a) 6 ? 7
b) 6 + 7 = 13 -->> 6 + 1 = 7 -->> Hasilnya : 737

5. Perkalian Satu Angka atau Dua Angka dengan 99 (0,99; 9,9; 990 dst.)
langkah-langkahnya :
a) Kurangi bilangan tersebut dengan angka 1.
b) Kurangi bilangan 100 dengan bilangan tersebut.
c) Hasil akhirnya adalah gabungan dari a) dan b)
contoh :
15 x 99 = ?
a) 15 - 1 = 14
b) 100 - 15 = 85
c) hasilnya : 1485

6. Perkalian Bilangan Genap dengan 1,5; 2,5; 3,5 dst.
langkah-langkahnya :
a) Kalikan bilangan pengali dengan 2.
b) Bilangan yang dikalikan dibagi dengan angka 2.
c) Hasil akhirnya adalah perkalian a) dan b)
contoh :
16 x 4,5 = ?
a) 4,5 x 2 = 9
b) 16 : 2 = 8
c) hasilnya : 9 x 8 = 72

7. Perkalian Satu atau Dua Angka dengan 101 (1,01; 10,1 dst)
langkah-langkahnya :
a) Tuliskan angkanya dua kali.
b) Sisipkan nol atau koma.
contoh :
i. 27 x 101 = ?
a) 2727
ii. 4 x 101 = ?
a) 44
b) hasilnya : 404

8. Perkalian Dua Bilangan yang Nilainya Berselisih Dua
langkah-langkahnya :
a) Kuadratkan bilangan di antaranya.
b) Hasilnya : a) -1.
contoh :
i. 11 x 13 = ?
a) 122 = 144
b) Hasilnya : 144 - 1 = 143

9. Perkalian Dua Bilangan dengan Hubungan Khusus : Bilangan puluhannya bernilai sama dan jumlah bilangan satuannya adalah 10
langkah-langkahnya :
a) Kalikan bilangan puluhan dengan bilangan berikutnya.
b) Kalikan masing-masing bilangan satuannya.
c) Hasilnya adalah gabungan dari a) dan b).
contoh :
i. 16 x 14 = ?
a) 1 x 2 = 2
b) 6 x 4 = 24
c) Hasilnya : 224
ii. 28 x 22 = ?
a) 2 x 3 = 6
b) 8 x 2 = 16
c) Hasilnya : 616


Menikmati Matematika



BAGAIMANA ANDA MEMBUAT PARA SISWA
MENIKMATI MATEMATIKA
Seringkali saya ditanya, bagaimana saya bisa membuat anak-anak atau siswa-siswa saya menikmati matematika?, mengapa para siswa tidak menikmati matematika?

Apakah jawabannya dengan main-main? Atau dengan membuat para siswa berlomba dalam permainan-permainan atau kuis-kuis?. Tentu saja saya telah melihat beberapa guru memotivasi para siswa dikelasnya dengan melibatkan mereka dalam permainan atau perlombaan. Akan tetapi, jika seorang anak tidak bisa menghitung soal-soal yang dilombakan,maka kegiatan-kegiatan ini akan membuatnya rendah diri.

Pertama-tama saya percaya kebanyakan orang yang mengatakan ‘benci matematika’ sebenarnya tidak benar-benar membenci matematika melainkan membenci kegagalan. Mereka menyamakan matematika dengan kegagalan. Olahraga apa yang menjadi favoritu?. Jawabannya pasti olahraga yang sudah kamu kuasai.

Pada umumnya orang menyamakan keahlian matematika dengan kecerdasan. Mereka berpendapat jika kita ahli dalam matematika berarti kita tidak begitu cerdas, kebanyakan siswa juga berpendapat dengan pendapat umum ini. Tak seorang pun maun terlihat bodoh di hadapan teman-teman sekelasnya.

Cara yang paling bisa membuat para siswa menikmati matematika ialah dengan membantunya menjadi sukses. Inilah yang menjadi objek dari metode-metode saya yaitu membantu para siswa yang pernah gagal menjadi sukses. Ini merupakan salah satu car au memberikan semangat siswa bahwa ”kamu bisa melakukannya”. Saya berharap juga untuk meyakininya.

Kita semua ingin menjadi sukses. Seringkali saya menanyakan kepada para siswa di sebuah kelas tentang apa yang akan kalian kerjakan dalam waktu 10 menit. Saya mengajarkan mereka cara untuk melakukannya dan mereka terkejut karena bisa melakukannya. Tiba-tiba mereka beraksi layaknya ahli matematika yang jenius. Biasanya anak-anak menjadi sangat senang dengan keahlian matematika yang sudah dikuasainya. Ketika anak-anak pulang dari sekolah. Mereka segera memberitahukan kepada orang tua dan keluarga mereka tentang apa yang bisa mereka lakukan. Mereka ingin menunjukkan keahlian terbarunya. Mereka ingin mengajari teman-temannya yang belum mengetahui metode-metode ini.

Mengurangi Resiko
Saya sering sekali mengatakan kepada sekelompok atau sekelas siswa baru bahwa sya tidak peduli dengan keahlian matematika yang mereka miliki sekarang. Dalam waktu yang singkat mereka akan menjadi ahli matematika dan saya akan mengajarkan setiap dalam angkah yang harus dipelajari.

Ketika saya memberikan soal pertama tentang cara mengalikan 7 dengan 8, saya memberitahu bahwa mereka boleh menghitung dengan jari-jari mereka jika mau. Bila perlu mereka saya perbolehkan untuk membuka sepatu dan kaos kaki mereka sehingga mereka menghitung dengan menggunakan jari-jari kaki mereka. Saya mengatakan bahwa mereka semua akan mengetahui dasar-dasar matematika dalam waktu beberapa hari dan metode menghitung dengan menggunakan jari akan mereka tinggalkan.

Saya memberikan soal-soal mudah kepada mereka, tetapi saya juga meminta mereka untuk mengerjakan soal seperti 96 dikali 97. Ketika mereka bisa melakukannya, mereka akan terkesan dengan yang telah mereka lakukan dan merasa bangga dengan diri mereka. Bahkan jia sebelumnya siswa tidak mengetahui dasar-dasar matematika, mereka akan memahaminya dalam beberapa hari dengan melakukan latihan metode-metode yang saya ajarkan.

Berikan Semangat kepada para Siswa

Ketika para siswa berhasil dengan usahanya, berikan pujian kepada mereka. Pastikan pujian yang Anda berikan benar-benar tulus. Tidaklah sulit untuk mencari cara-cara tulus untuk memuji siswa ketika mereka mempelajari metode-metode dalam buku.
Contoh :
1. Anak-anak di kelas yang lebih tinggi belum tentu bisa melakukan seperti yang kamu
lakukan;
2. Kamu bisa mengerjakan di luar kepala?, Luar biasa !”;
3. Tahukah kamu bahwa sebenarnya untuk bisa melakukan seperti yang kamu lakukan pagi
ini memerlukan waktu tinga minggu;
4. Apakah kamu kira bisa melakukannya 10 menit yang lalu;

Katakan kepada para siswa secara bersama atau perseorangan bahwa Anda bangga dengan mereka. Mereka telah melakukannya dengan sangat baik. Mereka merupakan salah satu kelas terbaik yang pernah Anda ajar. Akan tetapi, Anda harus berhati-hati karena lambat laun para siswa akan bosan dengan pujian Anda.



PERMAINAN MATEMATIKA
YANG MENGGUNAKAN KONSEP MATHMAGIC


1.Tebak Angka Ajaib
Perintahkan semua orang di sekliling Anda untuk menyimpan salah satu angka (berapa saja) dalam pikiran mereka. Kemudian Anda berikan intruksi-instruksi berikut:
- Perintahkan mereka untuk mengalikan dengan angka 2;
- Hasilnya perintahkan mereka untuk menambahkan dengan 6;
- Hasilnya perintahkan mereka untuk membaginya dengan 2;
- Hasilnya perintahkan mereka untuk mengurangi dengan angka yang pertama kali disimpan;
- Setelah langkah tersebut Anda akan merasa terkejut semua hasilnya adalah sama yakni 3
Contoh :
Angka pilihan 5 :
5
5 x 2 = 10
10 + 6 = 16
16 : 2 = 8
8 – 5 = 3
Selamat mencoba ...!


2. Tebak Angka Ajaib 2 (antara 50 – 100)
Oke sobat ini permainan tebak angka ajaib yang kedua. Tentu sobat penasaran kan..ikuti instruksi berikut. Perintahkan beberapa orang di sekitarmu untuk menyimpan angka dalam pikiran antara 50 – 100, setelah mereka menyimpan dalam pikiran, kemudian Anda berikan instruksi berikut.
- Tambahkan angka pilihan mereka dengan 54;
- Hasil dari penjumlahan tersebut Anda jumlahkan semua digitnya;
- Hasil dari penjumlahan digit tadi Anda kurangkan ke angka pertama kali menyimpan.
- Berapapun angka yang dipilih antara 50 – 100, dengan mengikuti langkah-langkah tersebut di atas, maka hasilnya selalu 45.
- Setelah itu Anda dan orang-orang di sekitarmu akan merasa kagum dan heran kenapa konsep itu berjalan.
Contoh :
55
54 +
109

109 = 1 + 0 + 9 = 10

55
10 -
45 (hasilnya selalu 45)

Selamat bermain..!


3. Tebak Angka Pilihan
Masih siap untuk bermain sobat. Oke deh klo begitu...kali ini akan saya berikan juga permainan angka yang lebih mudah dan singkat dari sebelumnya. Oke...Perintahkan orang-orang atau kawan di sekitarmu untuk menyimpan angka berapa saja kecuali 0 dan pecahan.
- Setelah mereka menyimpan angka tersebut intruksikan mereka untuk mengalikan dengan angka 10;
- Hasilnya intruksikan untuk dikurangi dengan angka 9;
- Hasilnya Anda perhatikan, digit di belakang Anda jumlahkan dengan dua digit di depannya. Anda perhatikan berapa hasilnya tentu Anda akan terkejut yakni hasilnya akan sama dengan angka pertama yang mereka simpan.
Contoh :
15

15 X 10 = 150

150
9-
141

14 + 1 = 15 (hasilnya selalu sama dengan angka pilihan)


4. Tebak Jumlah usia dan jumlah saudara
Kesempatan ini kita akan bermain tebak usia dan jumlah saudara. Permainan ini dilakukan dengan 2 orang atau lebih. Kita coba dengan 2 orang, 1 instruktur dan 1 orang peserta. Mintalah pada peserta untuk menyimpan usianya dalam pikiran, misalkan usianya 20 tahun, berikan intruksi untuk mengalikan dengan 2, hasilnya intruksikan untuk menjumlahkan dengan 10, hasilnya intruksikan untuk dikalikan dengan 5, hasilnya intruksikan untuk menjumlahkan dengan jumlah saudaranya. Setelah intruksi-intruksi tersebut telah dilakukan mintalah berapa hasilnya. Setelah Instruktur mendapatkan hasil dari peserta tersebut, instruktur mengurangi dengan 50. setelah dikurangi maka instruktur telah mendapatkan hasilnya, yakni 203. kita berikan jawabannya yakni 2 digit pertama yakni 20 merupakan usianya dan 1 digit terakhir yaitu 3 merupakan jumlah saudaranya. Selamat mencoba ya....

Contoh :
20
X 2 40
+ 10 50
X 5 250
+ 3 253 (3 penambahan jml saudara)
- 50 (50 angka rahasia instruktur)


5. Tebak Batang Korek Api
Untuk tebakan kali ini kita akan bermain dengan bungkus korek api dengan sudah disediakan dalam bungkus korek api tersebut sejumlah 20 batang korek api, intruksikan peserta untuk mengambil beberapa batang korek api antara 1 – 10 batang, kemudian tanyakan tinggal berapa batang korek api di dalam bungkus korek api tersebut, setelah tahu jumlahkan digitnya, Anda intruksikan untuk membakar beberapa batang korek api. Kemudian kita akan bisa menebak sisa batang korek api yang ada di dalam bungkus korek api tersebut. (instruktur sebelumnya sudah tahu jumlah batang korek api sebelum meminta dibakar yakni ada 9. jumlah akhir dapat ditebak yakni 9 dikurangi dengan yang dibakar tersebut).


6. Tebak Dua Benda berbeda
Oke sobat kali ini kita kan belajar permainan tebak 2 benda yang dipilih 2 orang berbeda. Langsung aja yaaaaa...Siapkan 2 benda yang berbeda di atas meja atau tempat lain. Kita misalkan bendanya adalah penghapus dan pensil, kemudian perintahkan 2 orang untuk mengambil secara acak dengan (instruktur tidak melihat) dan sembunyikan atau tanpa sepengetahuan instruktur. Sekarang instruktur memberikan intruksi, Yang menyimpan penghapus suruh menyimpan angka 7 dalam pikirannya dan yang mengambil pensil menyimpan dalam pikirannya pula. Sekarang instruktur tunjuk orang pertama untuk mengalikan yang tadi disimpan dengan angka 2 dan orang untuk orang kedua instruksikan untuk mengalikan dengan angka 3. kemudian perintahkan hasil penghitungan orang pertama untuk menjumlahkan dengan hasil penghitungan orang kedua. Sekarang langkah terakhir Anda tanyakan hasil penjumlahan kedua orang tersebut. Kalau hasilnya dapat dibagi 3 (39) maka yang mengambil penghapus adalah orang kedua, jika hasilnya tidak dapat dibagi 3 (41) maka orang pertama yang mengambil penghapus.


7. Trik Kartu Ajaib
Kali ini kita akan bermain menggunakan kartu kembali. Oke kita mulai ya.. Anda perintahkan sebelumnya kepada orang yang Anda ajak bermain, yakni meminta untuk menghentikan pekerjaan Anda antara peletakan 1 – 9. Perintahkan untuk mengambil kartu sesuai dengan beliau menghentikan pekerjaan Anda. Kemudian perintahkan kepada semua orang di sekitar Anda atau teman-temannya, tetapi jangan sebutkan dan jangan beritahukan kepada Anda kartu tersebut. Anggap pada hitungan ke-7 Anda diminta untuk menghentikan. Setelah itu Anda letakan kembali satu persatu secara berbaris dalam kedaan tertutup di atas meja hinga kartu ke-15. sekarang perintahkan orang yang Anda ajak bermain perintahkan untuk menghitung mundur sesuai dengan penghentikan kartu pertama (yaitu sebanyak 7 hitungan / menghitung dari ujung kartu terakhir Anda meletakan). RAHASIANYA ANDA TELAH MENGETAHUI KARTU APA YANG BERADA PADA POSISI KE-16.

8. Angka Digit Rahasia
Perintahkan orang lain untuk menuliskan tiga digit angka yang berbeda, kemudian bentuk ke bilangan dua digit yang mungkin dapat dibuat dari ketiga digit angka tersebut, hitunglah jumlah semua bilangan dua digit tersebut kemudian Anda bagi dengan jumlah bilangan tiga digit bilangan semula. Jawabannya akan selalu 22.


Slamat mencoba!

Jumat, 14 Oktober 2011

Muamalah

Bermanfaat Untuk Orang Lain


“أحب الناس إلى الله  أنفعهم للناس”
“Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat”

Kita melihat banyak sekali kelebihan dan daya yang terpendam di dalam jiwa seseorang dan kita merasakan sumber-sumber kebaikan yang tersimpan dalam diri pemiliknya. Akan tetapi hal itu tidak menular kepada orang lain, tidak memberikan manfaat dan tidak pula menyumbangkan faedah. Bagaimana gambaran yang menyakitkan ketika engkau melihat seorang faqih (ahli fikih) berteman orang jahil yang tidak mengambil faedah apapun dari fikihnya, seorang qari (ahli baca al-Qur`an) yang ditemani orang yang ummi (tidak boleh baca tulis) yang tidak berguna baginya keindahan bacaannya, dan seorang ‘abid (ahli ibadah) yang berada di samping seorang yang fasik yang tidak menular sedikitpun dari keshalehannya. Dakwah itu sendiri merupakan manfaat yang bersifat umum, maka ketika Abu Dzarr  masuk Islam, pembicaraan Rasulullah SAW bersamanya adalah sabda beliau kepadanya:
فَهَلْ أَنْتَ مُبَلِّغٌ عَنِّي قَوْمَكَ, لَعَلَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ يَنْفَعَهُمْ بِكَ وَيُأْجُرَكَ فِيْهِمْ
Apakah engkau bisa menyampaikan kepada kaum engkau tentang dakwahku, semoga Allah memberi manfaat kepada mereka dengan (dakwah) engkau, dan memberi pahala kepadamu pada mereka.”[1]
Tarbiyah pertama pembicaraan setelah beliau masuk Islam adalah tarbiyah berdakwah dan berusaha menyalurkan manfaatnya kepada orang lain.
Bapa saudara Jabir bin Abdullah meruqyah dari sengatan kalajengking, maka ia berkata,’Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau melarang dari ruqyah dan sesungguhnya aku meruqyah dari sengatan kalajengking.’ Seolah-olah dia minta izin dalam hal itu. Maka Rasulullah SAW bersabda:
مَنِ اسْتَطَاعَ أَنْ يَنْفَعَ أَخَاهُ فَلْيَفْعَلْ
Barangsiapa yang boleh memberi manfaat kepada saudaranya, maka hendaklah ia melakukannya.’ [2]
Dan terkadang engkau menemukan sebagian orang yang enggan melakukan sesuatu  yang tidak membahayakannya, padahal berguna bagi orang lain, karena hanya mengurus kepentingan pribadinya. Ini bukanlah sifat seorang muslim. Karena alasan itulah, Umar bin Kaththab ra mencela Muhammad bin Maslamah ra ketika ia menghalangi adh-Dhahhak ra bin Khalifah menggali saluran air yang mengalir ke tanahnya yang melalui tanah Muhammad bin Maslamah t, maka Umar  berkata: ‘Kenapa engkau menghalangi sesuatu yang berguna untuk saudaramu, dan ia menjadi manfaat untukmu, engkau menyiram dengannya yang pertama dan terakhir, dan ia tidak membahayakanmu…demi Allah, ia pasti melaluinya sekalipun di atas perutmu.’[3]
Seorang muslim pada dasarnya selalu berusaha memberikan bantuan kepada yang memerlukannya, memberi nasehat kepada yang tidak mengetahuinya, memberi manfaat kepada yang berhak menerimanya berdasarkan motivasi dan keinginan dari dirinya. Rasul kita Muhammad SAW mengatakan kepada bapa saudaranya Abbas bin Abdul Muththalib, ’Wahai pakcikku, bukankah aku mencintaimu? Bukankah aku memberikan manfaat kepadamu? Bukankah aku menyambung silaturrahim kepadamu?[4] Dan di antara wasiat Rasulullah saw kepada Abu Barzah  ketika ia berkata kepada beliau: Wahai Rasululah, ajarkanlah kepadaku sesuatu yang dengannya Allah memberi manfaat kepadaku.’ Beliau bersabda:
اُنْظُرْ ماَيُؤْذِي النَّاسَ فَاعْتَزِلْهُمْ عَنْ طَرِيْقِهِمْ
Lihatlah sesuatu yang menyakiti manusia, maka singkirkanlah dari jalan mereka.’[5]
Bantuan seperti ini menambah sifat tawadhu’ dan menanamkan makna-makna kebaikan di dalam jiwa seorang da’i, serta menjadikan masyarakat di sekitarnya melihat semangat bekerja padanya dalam segala hal yang memberi manfaat atau menolak bahaya dari mereka.
Dan apabila seorang mukmin mengingat nikmat Allah kepadanya dengan memberi hidayah, merasakan manisnya iman dan kenikmatan taat, maka ia tidak akan kedekut dengan kata-kata yang baik (memberi nasehat dan dakwah), untuk menyelamatkan manusia yang masih belum merasakan seperti yang telah dia rasakan dan terhijab dari apa yang telah dia kenal. Karena itulah, Nabi SAW memberi perumpamaan dengan bumi yang subur, yang menerima hujan lalu menumbuhkan tanaman, maka beliau bersabda:
وَذلِكَ مَثَلُ مَنْ فَقُهَ فِى دِيْنِ اللهِ عز وجل وَنَفَعَهُ اللهُ عز وجل بِمَا بَعَثَنِي اللهُ بِهِ وَنَفَعَ بِهِ فَعَلِمَ وَعَلَّمَ…
Maka itulah perumpamaan orang paham terhadap agama Allah, dan Allah memberi manfaat kepadanya dengan ajaran yang Dia I mengutusku dengannya, mengambil manfaat dengannya, mengetahui dan mengajarkan (kepada orang lain)…”[6]

Seorang dai yang bersemangat adalah bumi subur yang menyerap kebaikan dan menyumbangkannya.
Dan Rasulullah tidak membiarkan kesempatan duduknya seorang anak laki-laki di belakangnya –seperti Ibnu Abbad  tanpa memberikan manfaat kepadanya yang merupakan tarbiyah baginya dan mengisi waktu perjalanan, beliau bersabda kepadanya:
أَلاَ أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ يَنْفَعُكَ اللهُ بِهِنَّ …احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ…
Wahai anakku, aku mengajarkan kepadamu beberapa kalimat (pesan) yang Allah I memberi manfaat kepadamu dengannya: Jagalah Allah I niscaya Dia I menjagamu…”[7]
Para sahabat juga mengikuti akhlak yang mulia ini, Abu Hurairah berkata kepada Anas bin Hakim, ‘Wahai anak muda, mahukah engkau kuceritakan kepadamu satu hadits, semoga Allah memberi manfaat kepadamu dengannya?…sesungguhnya yang pertama-tama manusia dihisab pada hari kiamat dari amal perbuatan mereka adalah shalat…”[8]
Memberikan manfaat kepada kaum kerabat lebih wajib dan lebih banyak pahalanya. Abu Qilabah berkata: ‘Laki-laki manakah yang lebih besar pahalanya daripada seseorang yang memberi nafkah keluarganya yang kecil, membuat mereka bersikap ‘iffah atau Allah memberi manfaat kepada mereka dengannya, Allah menolong mereka dengan (perantaraan)nya dan Dia mencukupkan mereka.”[9]. Perhatian kepada kawan dan kerabat seperti ini menarik hati mereka dan menyambung tali silaturrahim, simbol keakraban, tanda cinta, bukti kasih sayang, terutama saat adanya anak-anak kecil dalam keluarga mereka, yang kehilangan perhatian, kasih sayang dan kebutuhan manusia yang terpenting.
Sesungguhnya pintu-pintu manfaat sangat banyak, Rasulullah SAW menggabungkannya dengan sabdanya:
عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ صَدَقَةٌ
“Setiap muslim harus bersedekah…”

Dan beliau SAW membuat beberapa contoh menurut kadar kemampuan seseorang:
فَيَعْمَلُ بِيَدَيْهِ فَيَنْفَعُ نَفْسَهُ وَيَتَصَدَّقُ…فَيُعِيْنُ ذَا الْحَاجَةِ الْمَلْهُوْفِ
Maka ia bekerja dengan kedua belah tangannya, memberi manfaat kepada dirinya dan bersedekah…menolong orang yang sangat memerlukan…”
dan jika seorang mukmin tidak melakukan sedikitpun dari hal itu:
فَلْيُمْسِكْ عَنِ الشَّرِّ فَإِنَّهُ لَهُ صَدَقَةٌ
‘Maka hendaklah ia menahan diri dari berbuat kejahatan, maka hal itu menjadi sedekah baginya.”[10]

Ini adalah tingkatan memberi manfaat yang terendah, yang tidak pantas bagi seorang muslim lebih rendah darinya dan tidak wajar seorang da’i berada pada tingkatan itu.
Dan jihad adalah tingkatan memberi manfaat yang tertinggi dan ‘uzlah adalah yang paling rendah: seorang arab badawi bertanya: ‘Wahai Rasulullah, manusia apakah yang terbaik? Beliau menjawab:
رَجُلٌ جَاهَدَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ وَرَجُلٌ فِى شِعْبٍ مِنَ الشِّعَابِ يَعْبُدُ رَبَّهُ وَيَدَعُ النَّاسَ مِنْ شَرِّهِ
Seseorang yang berjihad dengan jiwa dan hartanya dan seseorang yang tinggal di salah satu lembah, menyembah Rabb-nya, dan meninggalkan manusia dari kejahatannya.”[11]
Dan orang yang berjihad, ia memberikan manfaat kepada manusia dengan pengorbanan jiwa dan hartanya, untuk menjaga mereka dan menakuti musuh mereka. Ini adalah kebaikan terbesar, dan manusia berbeza-beza dalam kebaikan di antara kedudukan pejuang (mujahid) dan orang yang ber’uzlah, yang menahan dirinya dari berbuat jahat kepada orang lain.
Di antara gambaran amaliyah untuk menciptakan manfaat bahwa engkau tidak membiarkan tanah yang engkau miliki menganggur, tanpa diurus atau ditanam, padahal engkau mempunyai saudara yang menganggur, yang mampu mengurus tanah itu dan mengambil manfaat dengannya. Dalam hal itu, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ كَانَ لَهُ أَرْضٌ فَلْيَزْرَعْهَا فَإِنْ لَمْ يَزْرَعْهَا فَلْيُزْرِعْهَا أَخَاهُ
Barangsiapa yang mempunyai tanah, hendaklah ia menanaminya. Apabila ia tidak dapat menanaminya, maka hendaklah ia meminta saudaranya untuk menanaminya.”[12]
Sangat banyak di kalangan kaum muslim yang mempunyai kemampun yang menganggur, kekayaan yang terpendam, dan energi yang terbuang percuma, dan kita tidak berfikir untuk memanfaatkannya, yang manfaatnya kembali kepada kaum muslimin. Apakah engkau memberikan sumbangan dengan ilmu pengetahuanmu, bersedekah dengan keringatmu, membantu dengan usahamu, agar engkau selalu termasuk dari orang yang dijadikan Allah  sebagai kunci kebaikan, penutup keburukan, dan saat itulah kabar gembira untukmu adalah surga.
Dan Nabi SAW menjadikan seorang mukmin sebagai perumpamaan selalu memberi manfaat  dengan pohon kurma  karena selalu hijau dan boleh memberikan manfaat dengan semua yang ada padanya, beliau bersabda:
إِنِّي َلأَعْلَمُ شَجَرَةً يُنْتَفَعُ بِهَا مِثْلُ الْمُؤْمِنِ
Sesungguhnya aku mengetahui pohon yang diambil manfaat dengannya seperti seorang mukmin.’[13]
Dan seorang mukmin berusaha memberikan manfaat untuk manusia karena Allah , mengharap ridha-Nya, dan tidak dikuasai oleh perasaan peribadi atau posisi yang berbeza. Rabb  mencela Abu Bakr  saat ia bersumpah tidak akan memberi nafkah kepada Misthah bin Utsatsah karena ikut serta dalam peristiwa ifki (berita bohong). Maka tatkala turun firman Allah :
وَلاَيَأْتَلِ أُولُوا الْفَضْلِ مِنكُمْ وَالسَّعَةِ أَن يُؤْتُوا أُوْلِى الْقُرْبَى وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللهِ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلاَتُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ اللهُ لَكُمْ وَاللهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema’afkan dan berlapang dada.Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu ?Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. an-Nur:22)
Abu Bakar  berkata: bahkan, demi Allah, sesungguhnya kami ingin agar Dia  mengampuni kami. dan iapun memberikan manfaat kepada Misthah.
Apakah engkau ingin agar Allah mengampunimu, maka marilah terus menambah dalam berdakwah, memberi nasehat, faedah dan manfaat, memanfaatkan waktu dan kemampuan… maka sesungguhnya ia seperti yang disabdakan oleh Nabi SAW:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain.”[14]
Kesimpulan:
1.      Apabila seorang mukmin tidak memberikan manfaat, berarti kebaikannya tidak menjalar kepada orang lain.
2.      Barangsiapa yang boleh memberi manfaat kepada saudaranya maka hendaklah ia melakukannya.
3.      Segera memberikan manfaat sebelum diminta.
4.      Memanfaatkan semua kesempatan untuk menyampaikan kebaikan (berdakwah dan menyampaikan mesej Islam).
5.      Manfaat yang paling wajib adalah untuk kaum kerabat.
6.      Barangsiapa yang tidak mampu memberikan manfaat, maka hendaklah ia bersungguh-sungguh untuk tidak membahayakan orang lain.
7.      Manfaat yang paling tinggi adalah jihad dan yang terendah adalah ‘uzlah.
8.      Perlu tingkatkan lagi usaha berdakwah, dengan menyebarkan kata-kata nasehat dan peringatan.
9.      Gunakan segala kemampuan yang Allah kurniakan untuk Agama Allah dan dalam membantu perkembangan dakwah.
10.   Manfaat menjadi dengan memberikan dukungan dengan harta dan kekuasaan (infaqkan untuk Islam).
11.   Di antara karekteristik seorang mukmin adalah:  kebaikannya saja yang selalu terus dirasakan dan banyak manfaatnya.
12. Yang bermanfaat adalah manusia yang terbaik.

Telah diedit semula dari sumber asal: Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah
Sumber Rujukan:
[1] Shahih al-Jami’, no. 176 (Hasan)
[2] Shahih Muslim, kitab fadhail, bab ke-28, no. 132/2473.
[3] Muwaththa’ Imam Malik, kitab Aqdiyah, bab ke-26, hadits ke 33.
[4]  Shahih Sunan Ibnu Majah , kitab shalat,  bab ke-190 no. 1138.
[5] Musnad Imam Ahmad 4/423.
[6] Shahih al-Bukhari, kitab ilmu, bab ke-20, no. 79 (Fath al-Bari 1/175).
[7] Musnad Imam Ahmad 1/307 dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jami’ no. 7907.
[8] Musnad Imam Ahmad 2/425, dan lafazh  yang marfu’ dalam shahih Sunan Abu Daud no. 770/864 (Shahih).
[9] Shahih Muslim, kitab zakat, bab ke-12, hadits 38/994 (Syarh an-Nawawi 4/85).
[10] Shahih al-Bukhari, kitab Adab, bab ke-33, no. 6022 (Fath al-Bari 10/447)
[11] Shahih al-Bukhari, kitab riqaq, bab ke-34, hadits no. 6494 (Fath al-Bari 11/330).
[12] Shahih Muslim, kitab jual beli, bab ke-17, hadits no. 88 (Syarh an-Nawawi 5/454)
[13] Musnad Ahmad 2/115, seperti dalam riwayat  al-Bukhari dalam kitab ilmu, bab ke-5, no 62 (Fath 1/147)
[14] Shahih al-Jami’ no 3289 (Hasan).